Santri Korban Kebakaran Ponpes di Lombok Tengah Mengaku Siap Sekolah Lagi

Korban AL rencananya akan bersekolah di SMP dekat dengan rumahnya di Desa Setiling, Lombok Tengah.
Sementara DV akan melanjutkan sekolah di MTs yang juga dekat dengan rumahnya di Desa Karang Sidemen, Lombok Tengah.
Ditanya terkait kesiapannya masuk sekolah, DV mengaku siap untuk sekolah.
Tapi DV mengaku masih malu untuk bertemu teman-teman barunya di sekolah.
"Siap-siap aja, nulis sih bisa tapi malunya itu," kata DV sambil terus menunduk.
Bedah plastik
DV dan AL mengalami luka bakar berat akibat insiden kebakaran ponpes yang terjadi pada Desember 2025.
Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram, Joko Jumadi mengatakan, korban DV masih harus menjalani 5 kali operasi. Sementara korban AL masih harus menjalani bedah plastik estetik.
"Kalau secara fungsional relatif sudah aman untuk AL, kalau untuk DV belum," kata Joko.
Perawatan selanjutnya akan dilaksanakan di RSUD NTB dan biaya pengobatan akan ditanggung oleh pemprov NTB bersinergi dengan pemerintah pusat.
"Harapannya pola ini bisa berlaku ke korban korban lain nanti setelah kasus ini selesai. Jangan sampai ada kasus Al dan DV yang tidak mendapat rehabilitasi medis gara-gara tidak viral," kata Joko.
"Yang tidak viral harusnya tetap bisa terlayani, sistem ini yang sedang kita bangun di NTB dan Alhamdulillah gubernur juga sangat responsif terkait ini dan berjanji sistem bisa dijalankan ke depan," tambah Joko.
Sebelumnya: Menteri HAM Pigai Usul Pembentukan Komnas Masyarakat Adat
Selanjutnya: Selesaikan Konflik Agraria, Akademisi Usulkan 5 Langkah Ini
Artikel Terkait
- Update Harga Toyota Avanza, Naik di Pertengahan Juli 2026
- Terlalu Banyak Barang di Rumah Bisa Memicu Stres, Ini Cara Mengatasinya
- Peternakan Sapi Perah Rp 1,2 Triliun Mulai Dibangun di Brebes
- KLHN 2026: AHM Dorong Transformasi Layanan Berbasis Empati
- LBH: Admin TheKerupuk Tak Pernah Diizinkan Bicara Empat Mata dengan Pengacara Saat Diperiksa
- Bogor Diguyur Hujan Deras Setelah Berhari-hari Kering, Warga Senang
- Dicap Sekolah "Kampung Sosial", SD di Kudus Terus Kekurangan Murid Baru
- Nenek di Pasuruan Tewas Mengenaskan di Rumahnya, Kalung dan Gelang Raib
