Kebakaran di Pabrik Sandal Tangerang, 1 Pegawai Alami Sesak Napas

Sebuah pabrik sandal di Kampung Bayur, Periuk Jaya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Banten, terbakar. Seorang pegawai pabrik sempat mengalami sesak napas akibat peristiwa tersebut.
Berdasarkan video yang diterima, api terlihat sudah membakar bagian dalam pabrik. Sebelum petugas pemadam kebakaran tiba, sejumlah orang sempat berupaya memadamkan api secara mandiri.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia S. Rahman, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 17.10 WIB. Hingga saat ini, petugas masih berupaya memadamkan api.
Sementara itu, asap hitam pekat membubung tinggi dan dapat terlihat jelas oleh warga di sekitar lokasi kejadian.
"Petugas yang dikerahkan sekitar 45 orang," kata Andia, Senin .
Andia membenarkan bahwa sempat ada pegawai pabrik yang mengalami sesak napas. Korban kini telah mendapatkan penanganan dari petugas PMI yang berada di lokasi.
"Iya, ada pegawainya yang panik," ujar Andia.
Menurut Andia, hingga saat ini belum ada laporan mengenai ada tidaknya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Lihat juga Video 'Kebakaran Hebat Melanda Gudang Logistik E-commerce Terbesar di Korsel':
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: Wapres AS Sebut Ada Pihak di Israel yang Ingin Perang Terus Berlanjut
Selanjutnya: Perancis Takluk dari Spanyol, Kylian Mbappe dan Patrick Vieira Kritik Performa Tim
Artikel Terkait
- Lepas 135 Karyawan Umrah, ParagonCorp Diapresiasi Menhaj
- Kunci Jawaban Latihan Pemahaman Modul 3 FPPN Topik 3, Kupas Tuntas Kode Etik Guru PPG 2025
- Denda untuk Coupang, Raksasa E-commerce di Korea Selatan, Picu Protes Washington
- Nama Bayi Muhammad MBG Subianto Jadi Evaluasi Disdukcapil Wonosobo, Akta Masih Bisa Diurus 60 Hari
- Sebulan Tuntas, Jembatan Bailey Wih Kanis Pulihkan Akses Aceh Tengah
- Menpan RB Ingin KPI untuk ASN Berorientasi ke Masyarakat
- Spanyol Vs Argentina: Lionel Scaloni Berharap Bisa Kunci Lamine Yamal di Kamarnya
- Pemkab Banyumas Pastikan Gaji 3.818 PPPK Aman hingga Desember 2026 meski Dana Pusat Dipangkas
