Cara Tentukan BBM yang Tepat untuk Motor, Jangan Asal Pilih RON Tinggi

Menentukan jenis bahan bakar minyak (BBM) yang tepat untuk sepeda motor tidak bisa hanya berdasarkan anggapan bahwa semakin tinggi angka oktannya semakin baik.
Pemilik kendaraan perlu menyesuaikan BBM dengan spesifikasi rasio kompresi mesin agar performa dan keawetan mesin tetap terjaga.
Victor Assani, 2W Service Head PT Suzuki Indomobil Sales, mengatakan cara paling umum untuk mengetahui BBM yang sesuai dengan sepeda motor adalah melihat spesifikasi rasio kompresi mesin.
"Ada beberapa tingkatan acuan kompresi yang direkomendasikan. Misal untuk RON 90 itu untuk kompresi 9:1 sampai 10:1, RON 92 di atas 10:1, sampai dengan misal RON 98 diperuntukan kompresi 13:1 ke atas," kata Victor kepada Kompas.com belum lama ini.
Dok. Pertamina Ilustrasi nozzle BBM Pertamax Green 95 di SPBU Pertamina. Benarkah kecepatan nozzle memengaruhi takaran BBM?
Rasio Kompresi
Rasio kompresi merupakan perbandingan antara volume terbesar dan volume terkecil di dalam ruang bakar.
Semakin tinggi rasio kompresi mesin, semakin tinggi pula angka oktan (RON) BBM yang dibutuhkan agar proses pembakaran berlangsung optimal.
"Sebenarnya bisa saja menggunakan RON di atas itu. Tapi pasti tidak akan maksimal performanya," kata Victor.
Menurut dia, penggunaan BBM yang tidak sesuai dengan rasio kompresi dapat membuat proses pembakaran di ruang bakar menjadi tidak optimal.
Dampaknya, tenaga mesin menurun dan dalam jangka panjang berpotensi memicu knocking yang kemudian mempercepat keausan komponen mesin.
"Biasanya BBM akan menjadi boros. Lalu ada arah keausan atau kerusakan bagian ring piston, piston, dan silinder," kata Victor.
Ia menambahkan, gejala knocking juga dapat menyebabkan penumpukan karbon dan kerak di ruang bakar.
Karena itu, penggunaan BBM dengan RON lebih tinggi tidak selalu memberikan hasil yang lebih baik jika tidak sesuai dengan kebutuhan spesifikasi mesin.
Sebelumnya: "Tolong Dikembalikan, Saya Khilaf", Kisah Maling Motor di Ponorogo yang Pulangkan Hasil Curiannya
Selanjutnya: Ibu Femas Yani Arianto Buka Suara Terkait "Kaburnya" Sang Anak di Korea Selatan
Artikel Terkait
- Polisi Selidiki Ledakan di Grand Polonia Medan, Diduga Akibat Pipa Gas Bocor
- Disdukcapil Wonosobo Tawarkan 2 Alternatif Nama Bayi Muhammad MBG Subianto
- Viral Pencabulan Bocah Modus Ajak Main Game, Pelaku Ditangkap
- Pengamat: TPA Terbakar Bukan karena Kemarau, tapi Tata Kelola Buruk
- Sopir Taksi Online yang Disewa Terdakwa Culik-Bunuh Kacab Bank Divonis Bebas
- Prediksi Line Up Spanyol vs Argentina, Duel Yamal Lawan Messi
- Buaya Muncul di Perairan Taman Nasional Komodo, Ini Kata BTNK
- Tayang 7 Episode, Agent Kim Reactivated Cetak Rating Penayangan Tertinggi
